Kamis, 20 Maret 2014
PHOTO UP
Apa sih yang terlintas di benak kalian melihat gambar tersebut? mungkin sebagian besar mendukung pernyataan itu kan? sejujurnya gambar itu mengingatkanku.....( kok jadi curhat/ maaf). berdasarkan observasi yang saya lakukan, saya memahami bahwa photografer memberi pesan bahwa rokok membunuh seseorang dalam arti memunculkan penyakit yang perlahan-lahan membuat sang perokok menderita. saya memahami juga bahwa setiap yang melihatnya tidak hanya menyadari, tetapi juga memperhatikan kesehatannya, karena kesehatan merupakan aset paling berharga yang tak akan bisa dibeli lagi ketika......
KOMENTAR DISKUSI KASUS
Diskusi kasus.
Teman- teman, pernahkah kita menyadari
satu hal tentang kedisiplinan yang sering kita abaikan? Sejak dari kecil/ masuk
sekolah dasar sampai sekolah menengah atas peraturan sekolah sangat ditepati
(12 tahun), khususnya mengenai waktu masuk kelas. Tetapi, malahan sekarang
ketika di bangku kuliah, sepertinya kebiasaan itu mulai memudar. Apa yang
terjadi? Apakah karena reward dan punishment yang berbeda?entahlah. apa
mungkin karena system di perkuliahan yang terkesan” bebas”, sehingga setelah
menjadi seorang mahasiswa, kita merasa hebat dan mengganggap bahwa kita mampu
melakukan segalanya? Apakah kedisiplinan
memengaruhi prestasi belajar ? mari kita
bahas satu per satu.
A. Menurut
teori Kepribadian
Disiplin erat kaitannya dengan kepribadian seseorang. Kepribadian merupakan
salah satu aspek yang dapat kita pelajari guna lebih memahami fenomena yang
terjadi. Dari sudut pandang teori kepribadian menurut ERRICH FROMM, Secara umum
kepribadian berkembang sesuai kesempatan yang diberikan masyarakatnya (manusia
akan otomatis mengembangkan potensi- potensinya sesuai dasar aturan yang
berlaku di masyarakat).Dalam teori sosial karakter kepribadian mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh struktur sosial dan perubahan sosial dimana individu itu
hidup.Kepribadian terbentuk bagaimana individu tersebut berperilaku dalam
merespon stimuli- stimuli dan tekanan- tekanan sosial. Maksudnya yaitu
kepribadian berkembang sesuai kesempatan. Kita tahu bahwa kepribadian merupakan
aspek psiko psikis yang dapat berubah. Menurut Fromm, kepribadian dapat berubah
karena adanya factor kesempatan serta adanya tekanan- tekanan sosial. Selama 12
tahun kita dibiasakan mematuhi aturan,
apabila kita tidak mematuhinya, maka akan diberikan punishment, biasanya kontak fisik ataupun melakukan sesuatu yang
tidak disukai, tetapi ketika duduk di bangku kuliah segala punishment itu sudah
tidak ada lagi, karena dianggap sudah dewasa yang seharusnya mampu mengontrol
diri serta mampu bertanggungjawab terhadap segala tindakan yang dilakukan.
B. Menurut
teori perkembangan
Erick Erikson dalam teorinya
yaitu Teori psikososial menyatakan bahwa Hubungan psychosocial &
development pada tahap perkembangan
kehidupan seseorang dari lahir sampai mati dipengaruhi oleh keadaan sosial yang
berinteraksi dengan fisik & psikologis dari seseorang. Pada tahapan Industry vs Inferiority (6-12)
School Age dengan cirri- cirri
-Belajar mengontrol diri dengan
tugas-tugas sekolah membuat anak produktif, atau
-Anak akan merasa inferior jika
gagal dalam tugas untuk mencapai sesuatu. Sedangkan pada tahap IdentityvIdentityConfusion(12-20)
Adolescence
-Rasa diri unik, ingin berperan
dalam lingkungan serta usaha-usaha mencari jati diri.
-Sadar akan apa yang disuka dan
tidak,kekuatan dan kelemahan sebagai masa penentu kedepan.
-Masa integrasi bakat, kemampuan,
identifikasi dan adaptasi dan bertahan dengan berbagai kecemasan dan ancaman
serta kendali akan impuls2nya.
-Masa transisi dari kanak2 ke
dewasa, serta kegamangan dalam membangun nilai2 diri akan membuat remaja
bingung siapa dan akan menjadi apa dirinya. Crisis Identity – Identity
Confusion
-Kekuatan fidelity
(kesetiaan),kemampuan untuk membangun rasa setia pada significant people akan
memperkuat identitas.
Melihat perbandingan keduanya, dapat disimpulkan bahwa selain
kepribadian, seiring bertambahnya usia, maka semakin bertambahnya kemampuan
kognitif, serta berkembangnya emosi . maka pada saat usia saat ini telah
menyadari apa yang disukai dan apa yang akan dilakukan tanpa harus takut akan punishment dan merasa mampu bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan.
c. Hubungan
antara kedisiplinan dengn prestasi
belajar
Menurut Hurlock (1991), disiplin berasal
dari kata “ disciple” yang berarti bahwa seseorang belajar secara sukarela
mengikuti seorang pemimpin. Sedangkan prestasi belajar menurut Winkel ( dalam
Theresia,2008) berpendapat bahwa kegiatan belajar menghasilkan suatu perubahan
yang pada waktu- waktu tertentu harus dievaluasi atau dinilai untuk melihat
seberapa jauh perubahan yang terjadi sejalan dengan tujuan pendidikan.
Gie ( dalam Theresia,2008) Mengungkapkan
bahwa salah satu factor yang memengaruhi prestasi belajar adalah disiplin. Disiplin memiliki
aspek-aspek yaitu: ketertiban terhadap aturan, tanggungjawab,dan control diri. Dengan
disiplin siswa akan memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik. Berdasarkan
teori yang diungkapkan Gie bahwa melalui
kedisiplinan dalam belajar, maka seorang siswa dapat mencapai hasil yang baik.
C. Pengukuran
prestasi belajar
Menurut winkel ( dalam Theresia, 2008) berpendapat
bahwa kegiatan belajar menghasilkan suatu perubahan yang pada waktu- waktu
tertentu harus dievaluasi atau dinilai untuk melihat seberapa jauh perubahan
yang terjadi sejalan dengan tujuan pendidikanhasil dari penilaian prestasi
belajar dapat dilihat melalui buku raport yang
diberikan pada akhir semester atau catur wulan dan biasanya angka yang
tercantum didalam raport merupakan nilai merupakan rata- rata yang
terbobot dari seluruh nilai yang
diperoleh selama catur wulan atau semester itu berlangsung.
Sumber:
Feist and feist .2010.Teori Kepribadian Edisi 7,
Jakarta: Salemba Humanika.
Hurlock, E.B.1990.Psikologi Perkembangan: suatu pendekatan
rentang kehidupan , Jakarta: Erlangga.
Widiaastuti ,T.L.(2008).Hubungan Kedisiplinan dengan Prestasi
Belajar Siswa SMA Santo Bernadus Pekalongan. Semarang : Fakultas
Psikologi Universitas Katolik Soeijapranata.
Minggu, 16 Maret 2014
KONSEP DASAR TES PSIKOLOGI
Secara tradisional, fungsi tes- tes
psikologis adalah untuk mengukur perbedaan- perbedaan antara individu atau
perbedaan, reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda.
Salah satu masalah awal yang mendorong pertumbuhan tes- tes psikologis adalah
identifikasi adalah orang- orang yang
terbelakang mental. Penggunaan tes klinis tes- tes terkait mencakup pemeriksaan
orang-orang yang mengalami gangguan emosi parah dan masalah-masalah perilaku
lainnya.
Tes- tes psikologi menyediakan alat-alat
standard untuk penyelidikan masalah- masalah yang begitu bervariasi seperti
perubahan-perubahan perkembangan rentang hidup dalam individu- individu,
efektivitas relative dari berbagai cara pendidikan yang berbeda- beda, hasil
psikoterapi, dampak program- program kemasyarakatan, dan pengaruh variabel-
variabel lingkungan hidup pada kinerja manusia.
2. APA TES PSIKOLOGIS ITU?
Sample
perilaku. Tes psikologis pada dasarnya adalah alat ukur yang objektif dan
dibakukan atas sample perilaku
tertentu. Pokok lain yang harus dipertimbangkan sejak awal adalah menyangkut
konsep kapasitas. Hanya dalam arti bahwa sample perilaku yang sekarang dapat digunakan
sebagai indicator bagi perilaku lain di masa depan, kita dapat berbicara
tentang tes yang mengukur kapasitas.
Standarisasi. Standarisasi menyiratkan keseragaman cara
penyelenggaraan dan penskoran
tes. Standarisasi menyangkut
jumlah tempat materi yang digunakan, batas waktu, instruksi-instruksi lisan,
demonstrasi awal, cara- cara menjawab pertanyaan dari peserta tes, dan setiap
rincian lain atas situasi tes. Banyak
factor lain yang lebih halus bisa memengaruhi kinerja pada tes- tes tertentu.
Jadi, dalam memberikan instruksi atau menyajikan masalah-masalah secara lisan,
pertimbangan harus diberikan pada laju bicara, nada suara, infleksi ( perubahan
suara), jeda dan ekspresi wajah.
Langkah penting lainnya dalam standarisasi
tes adalah penerapan norma- norma . kinerja pada setiap tes dievaluasi
berdasarkan data empiris. Dalam proses menstandarisasikan tes . tes
diselenggarakan pada sampel yang luas dan representative atas jenis orang yang
memang menjadi sasaran perancangan tes tersebut. Kelompok ini, dikenal sebagai
sampel standarisasi, berfungsi menetapkan norma- norma. Norma- norma semacam
itu mengindikasikan tidak hanya kinerja rata- rata, tetapi juga frekuensi
relative dari derajat penyimpangan yang bervariasi diatas atau dibawah rata-
rata. Jadi dimungkinkan untuk
mengungkapkan berbagai tingkah superioritas dan inferioritas.
Pengukuran kesulitan yang objektif. Penyelenggaraan , penilaian dan interpretasi
skor adalah objektif sejauh skor- skor tak tergantung pada penilaian subjektif
penguji tertentu. Peserta tes manapun harus secara teoritis memperoleh skor
yang sama pada tes terlepas dari siap yang kebetulan menjadi pengujinya. Tentu saja, tidak selalu demikian situasinya
karena standarisasi dan onjektivitas yang sempurna tidak didapatkan dalam praktik. Ada cara- cara utama lainnya yang bisa
mendeskripsikan tes- tes psikologis sebagai alat ukur objektif. Penentuan
tingkat kesulitan adalah butir soal atau seluruh tes, didasarkan pada prosedur-
prosedur empiris yang objektif.
Keandalan.
Evaluasi objektif atas tes- tes psikologis, terutama mencakup keandalan dan
validitas tes dalam situasi- situasi khusus.
Keandalan tes adalah konsistensi skor- skor yang didapatkan oleh orang-
orang yang sama ketika dites ulang dengan tes yang sama atau dengan tes yang
ekuivalen dengan tes sebelumnya. Keandalan dapat diperiksa dengan membandingkan
skor- skor yang diperoleh peserta tes yang sama pada waktu- waktu yang berbeda,
atau berdasar syarat tes relevan lainnya.
Jumlah dan jenis orang yang menjadi dasar pemeriksaan keandalan
seharusnya dilaporkan juga. Dengan informasi semacam ini, para peserta tes bisa
memprediksi apakah tes itu akan sama andal bagi kelompok yang diharapkan
menggunakan tes tersebut, atau mungkin lebih andal atau sebaliknya, kurang andal.
Validitas. Validitas memberikan pemeriksaan langsung pada sejauh
mana tes tertentu memenuhi fungsinya. Penentuan validitas biasanya memerlukan
criteria independent dan eksternal
tentang apapun yang menjadi sasaran pengukuran tes tersebut. Skor orang-
orang tidak sendirinya digunakan untuk maksud- maksud operasional, tetapi
berfungsi hanya dalam proses pengujian itu. Jika tes itu terbukti valid dengan
cara ini, tes tersebut dapat digunakan pada sampel- sampel lain tanpa ukuran
kritera. Interpretasi skor- skor tes
dengan pasti akan lebih jelas dan kurang mendua jika tes- tes secara teratur
dinamai berdasar hubungan- hubungan yang ditetapkan secara empiris yang
melauinya tes- tes itu divalidasi.
3. MENGAPA PENGGUNAAN TES- TES PSIKOLOGI PERLU
DIKENDALIKAN?
Di tangan penguji tes yang tidak bijaksana,
atau yang bermaksud baik, tetapi tidak cukup ilmunya, tes- tes semacam ini
dapat menyebabkan dampak buruk yang serius. Ada dua alasan utama untuk
mengendalikan penggunaan tes- tes psikologi :
a.
Untuk memastikan bahwa tes itu diberikan oleh
penguji yang memenuhi syarat dan skor digunakan dengan sepantasnya.
b.
Untuk mencegah keakrban orang dengan isi tes,
yang akan membuat tes itu tidak valid lagi.
Penguji
yang memenuhi syarat. Penguji yang
memenuhi syarat, jelas diperlukan dalam setiap aspek dari tiga aspek utama
situasi tes: seleksi tes, administrasi dan penskoran, dan interpretasi skor.
Akan tetapi, agar tes bisa berfungsi, diperlukan evaluasi atas segi- segi
teknis berdasar karakteristik- karakteristik semacam validitas keandalan,
tingkat kesulitan, dan norma.
Peran
pengguna tes. Pengguna tes adalah siapapun yang menggunakan skor tes
sebagai salah satu sumber informasi dalam usahanya mencapai keputusan-keputusan
praktis. Pengguna, mungkin penguji atau bukan penguji yang menyelenggarakan dan
menskor tes. Contoh para pengguna tes adalah guru, konselor, penyelenggara system-
system sekolah, dan karyawan personalia dalam industry atau pemerintahan.
Kondisi- kondisi khusus organisasi-
organisasi professional, yang bekerja secara patungan dengan penerbit tes,
semakin memerhatikan pencegahan penyalahgunaan. Contoh yang patut dicatat
adalah proyek yang dijalankan oleh Test User Qualification Working Group, akrab
dikenal dengan akronim TUQWoG (dalam anastasi). Sasaran utamanya adalah
mengembangkan perangkat berdasarkan basis data (data based) empiris yang berisi
kualifikasi esesnsial bagi para pengguna berbagai jenis tes yang dapat
dimasukkan oleh penerbit ke tes dalam formulir kualifikasi pembeli tes.
Pengamana isi tes dan pengkomunikasian informasi tes. Memastikan isi
tes tertentu tidak perlu dan tidak harus mencampuri pengkomunikasian secara
efektif informasi tes itu kepada pengguna tes, professional yang berkepentingan
dan public umum. Pertama, komunikasi I ini cenderung menyingkirkan materi
apapun yang terkait dengan tes dan karenanya menolong membantu mengoreksi
miskonsepsi umum tentang tes- tes apa yang dirancang untuk dijalani dan apa
arti skor- skor itu.
Jenis kedua komunikasi itu bersangkutan
dengan prosedur- prosedur teknis yang digunakan untuk menyusun dan mengevaluasi
tes- tes tertentu; prosedur- prosedur teknis ini menyajikan data yang relevan
tentang keandalan, validas, dan cirri- cirri psikometrik tes itu. Tujuan ketiga
dari komunikasi ini adalah mengakrabkan pengguna tes dengan prosedur tes,
menyingkirkan kecemasan, dan memastikan bahwa setiap orang akan mengeluarkan
kemampuan terbaiknya.
4. PENYELENGGARAAN TES
Pemikiran dasar tes
mencakup generalisasi, dari sampel perilaku yang diamati dalam situasi tes
sampai ke perilaku yang tampak dalam situasi
nontes lainnya. Skor tes seharusnya menolong kita untuk memprediksi cara
klien merasa dan bertindak di luar klinik, seberapa baik pelajar akan berprestasi
di kuliah- kuliah universitas, dan seberapa tinggi kinerja pelamar dalam
pekerjaan.
Persiapan sebelumnya bagi para pengiji.
Persyaratan satu- satunya yang paling penting bagi prosedur tes yang baik
adalah persiapan sebelumnya. Persiapan waktu tes bisa dilakukan dengan berbagai
cara. Menghafral instruksi verbal yang pasti adalah hal penting dalam
kebanyakan tes perorangan. Bahkan dalam tes kelompok, dimana instruksi
dibacakan kepada peserta tes, diperlukan keakraban terhadap pernyatan-
peryantaan yang harus dibaca guna mencegah salah baca dan keraguan- raguan dan memungkinkan cara yang alamiah dan
informal selama penyelenggaraan tes. Syarat
lain yang harus dipenuhi adalah keakraban dengan prosedur tes tertentu, baik
pada tes perorangan maupun kelompok.
Kondisi- kondisi tes. Perhatian harus
diberikan kepada pemilihan ruang tes yang sesuai. Ruang ini harus bebas dari
suara dan gangguan yang tidak perlu, serta seharusnya memiliki pencahayaan,
fentilasi, tempat duduk dan ruang kerja yang memadai bagi orang yang mengikuti
tes. Kondisi penggunaan meja atau kursi yang bertangan
misalnya, terbukti berpengaruh penting
dalam proyek tes kelompok yang terdiri dari pelajar- pelajar sekolah menengah. Kelompok
yang menggunakan meja cenderung memeroleh skor lebih tinggi ( dalam Aanastasi).
Memperkenalkan tes: pemahaman dan orientasi
peserta tes. Dalam penyelenggaraan
tes, “rapor” mengacu pada upaya- upaya penguji membangkitkan minat peserta tes
pada tes itu, meningkatkan kerja sama mereka, dan mendorong mereka memberikan
respons secara tepat pada sasaran- sasaran tes. Dalam tes- tes bakat,
sasarannya adalah konsentrasi penuh pada tugas yang diberikan dan mendorong
orang- orang mengerahkan upaya terbaiknya agar bisa menunjukkan kinerjanya
sebaik mungkin. Prosedur yang bahkan lebih baik adalah terlebih dulu membagikan
keterangan yang menjelaskan maksud dan tujuan tes kepada peserta tes, memberikan
usul- usul umum tentang cara menjalani tes dan memuata beberapa sampel soal
tes. Buku kecil semacam ini biasanya tersedia bagi peserta tes pada banyak
program tes berskala luas yang diselenggarakan oleh College Board.
sekian postingan saya hari ini, semoga bermanfaat.
sumber: Anastasi Anne, Urbina Susana., 2007. Tes Psikologi Edisi Ketujuh . Jakarta: PT Indeks.
Sabtu, 08 Maret 2014
PSIKODIAGNOSTIK DAN PSIKOLOGI DIFERENSIAL
PSIKODIAGNOSTIK
Psikologi berasal dari 2 kata yaitu psikologi dan diagnosa. Psikologi merupakan ilmu yang memahami jiwa melalui perilaku, sedangkan diagnostic berarti mencari untuk mengalami suatu pengetahuan/mencari tahu. Jadi, psikodiagnostik merupakan ilmu yang mempelajari / mencari tahu masalah perilaku yang muncul.
Psikologi berasal dari 2 kata yaitu psikologi dan diagnosa. Psikologi merupakan ilmu yang memahami jiwa melalui perilaku, sedangkan diagnostic berarti mencari untuk mengalami suatu pengetahuan/mencari tahu. Jadi, psikodiagnostik merupakan ilmu yang mempelajari / mencari tahu masalah perilaku yang muncul.
Psikodiagnostik dilatarbelkangi oleh kebutuhan klinis yang dikenalkan
oleh Herman Roschach. Herman Roschach mengkombinasikan antara psikologi dan
seni, sehingga ia mencetuskan “Roschach inblot”. Diagnose ( greek: yunani) berarti “ menganalisa”, mencari tahu sebab-
sebab. Psikodiagnostik bukan merupakan bagian dari ilmu psikologi atau
aliran-aliran dalam psikologi. Artinya tidak setara dengan psikologi sosial ,
dst. Melainkan ia sebagai proses, sebagai alat prasarana psikologi. Psikodiagnostik
digunakan dalam pendidikan, klinis, research dan industry.
Aplikasi psikodiagnostik:
1. Psikologi
pendidikan
2. Psikologi
klinis
3. Psikologi
sosial
4. Psikologi
industri dan organisasi
5. Psikologi
umum dan eksperimen
6. Psikologi
perkembangan
PENGGUNAAN PSIKODIAGNOSTIK
1.CLINICAL
SETTING : digunakan pada usaha mendeteksi gangguan psikis yg dialami
individu/klien dan mengukur kemampuan/kekuatan pribadi yang dimiliki individu,
sehingga dapat diterapkan pola terapi/treatment yang efektif. Contoh: di RS,
pusat kesehatan mental, klinik-klinik konsultasi Psi.
2.LEGAL
SETTING:penggunaan di pengadilan,
rumah pemasyarakatan, tempat-tempat rehabilitasi yang berhubungan dengan
masalah tindakan kejahatan, pusat rehabilitasi penderita narkotika.
3.EDUCATIONAL
AND VOCATIONAL GUIDANCE : focus pemeriksaannya lebih ditekankan bidang
pengembangan studi dan kerja. Digunakan di sekolah, universitas, pusat-pusat
latihan dan pusat bimbingan karir.
4.EDUCATIONAL
AND VOCATIONAL SELECTION : digunakan untuk rekuitment diperusahaan
dan bidang pekerjaan, penempatan, mutasi, dll.
5.RESEARCH
SETTING:untuk
kepentingan pengembangan ilmu dan pengmbangan tehnik serta metode diagnostic.
Digunakan dilingkup akademik dan perguruan tinggi.
METODE PSIKODIAGNOSTIK
1.OBSERVASI
Suatu aktifitas dg sengaja dan
sistimatis mengamati aktifitas individu dan tingkah laku individu dg
menggunakan alat utama penyelidikan adalah : INDRA.
Situasi Observasi:
- Natural
setting/alamiah
- Simulated
Setting/Tiruan
- Laboratorium
Ditinjau dari aspek yang diobservasi/diamati:
- Event
Sampling : yang diamati hanya
beberapa aspek tingkah laku pada saat tertentu.
- Time
Sampling: yang dicatat dan diamati adalah
apa saja yang dilakukan individu pada waktu tertentu.
Klasifikasi Metode Observasi
· Non
partisipan
· Partisipan
· Situasi
eksperimen
2. METODE
ANGKET
Angket : suatu daftar pertanyaan yang
harus dijawab dan atau daftar isian yang harus diisi yang berdasarkan pd
sejumlah subyek atas jawaban atau isian tersebut.
Klasifikasi Angket :
·Berdasarkan
atas siapa yang menjawab/mengisi
- Langsung
- Tidak
langsung
· Berdasarkan
bentuk
- Terbuka
- Tertutup
· Berdasarkan
factor/aspek yang diukur
- Umum
- Khusus
Kebaikan :
Kebaikan :
· Biaya
relative murah
· Waktu
lebih singkat
· Dapat
dilakukan pd subjek dg jumlah besar
· Mudah
digunakan dan dilaksanakan
Kelemahan :
· Tidak
mudah merumuskan terlebih dahulu masalah yang ingin diteliti
· Bahasa
mudah dipahami, tidak selalu mempunyai arti yang sama
· Akurasi
data kurang, bila mendapatkan informasi terlebih dahulu
3.METODE
WAWANCARA
Metode wawancara berdasarkan pada
laporan verbal dimana terdapat hubungan langsung antara penyelidik dengan yang
diselidiki. Wawancara adalah suatu situasi dimana terjadi pertukaran pandangan
& informasi antara dua orang yang saling bertemu / berhubungan.
PSIKOLOGI DIFERENSIAL
Psikologi
diferensial menguraikan tentang perbedaan-perbedaan antar individu dalam
kecakapan, inteligensi, ciri-ciri kepribadian dan cara menentukan perbedaan
tersebut. Psikologi diferensial mempelajari
perbedaan-perbedaan kemampuan dan kegiatan dari individu. Setiap individu
memiliki potensi dan kecakapan intelektual yang berbeda. Sebagian besar
individu memiliki inteligensi yang tergolong normal, tetapi sebagian memiliki
inteligensi tinggi dan sebagian lainnya rendah. Bakat individu berbeda-beda,
seorang berbakat dalam bidang musik, yang lain lebih berbakat dalam bidang olah
raga, atau teknik atau memasak dll.
sumber: http://www.slideshare.net/elmakrufi/pengantar-psikodiagnostik dan berbagai sumber.
Kamis, 06 Maret 2014
HI... PSIKODIAGNOSTIK 1
Selamat malam teman- teman pembaca,
Apa yang terlintas dalam
pikiran kalian tentang Psikodiagnostik? apakah tentang pengukuran?, analisa?,
diagnosa?, ya mungkin serangkaian pertanyaan tersebut akan segera terjawab di
semester ini tentunya. sebelum memulainya, seperti biasa pada hari pertama mata
kuliah Psikodiagnostik 1 oleh mas Seta Wicaksana harus menyepakati beberapa
ketentuan yaitu:
1. Disiplin
waktu mencakup absen dan keterlambatan
maksimal 3 kali dalam satu semester. Masuk kuliah jam 08.30 dengan toleransi 30
menit. Lebih dari 30 menit terlambat berturut- turut maka secara otomatis
mendapat nilai D.
2. Tugas individu mencakup meriview materi
hari ini, dan membuat ulasan untuk materi pertemuan berikutnya serta dikomentari sendiri. Waktu penulisan 4 hari.
3. Tidak ada kerja kelompok. Selama semester
ini semua tugas akan dikerjakan secara individu.
4. Dilarang menguap. Peraturan ini masih
berlaku setiap ada kelas mas Seta. Mungkin peraturan yang satu ini dibuat karena
akan menular kali yaa? He…he…
Berikut materi- materi yang akan dipelajari semester ini:
Pertemuan 1: pengantar psikodiagnostik.
Pertemuan 2: psikodiagnostik dan psikologi diferensial.
Pertemuan 3: konsep dasar tes psikologi.
Pertemuan 4: tes individu dan populasi khusus dan tes minat.
Pertemuan 5: tes kemmpua mental.
Pertemuan 6: tes untuk populasi khusus.
Pertemuan 7: diskusi
Pertemuan 8: tes minat dan sikap
Pertemuan 9: tes projeksi dan kepribadian.
Pertemuan 10: tes projeksi dan kepribadian
Pertemuan 11: teknik observasi
Pertemuan 12: teknik wawancara.
Pertemuan 13: interpretasi tes psikologi.
Pertemuan 14: kode etik psikologi.
Psikodiagnostik merupakan gabungan dari kata psikologi dan
diagnosis. Psikologi merupan ilmu yang memahami jiwa manusia melalui perilaku yang
berinteraksi dengan lingkungan melalui proses belajar dan dilakukan secara
menetap. Sedangkan diagnosis dalam psikologi yang sesungguhnya yaitu kemampuan
observasi dan kemampuan wawancara ditambah dengan pengalaman.
Psikodiagnostik sendiri mempelajari/ mencari tahu masalah perilaku
muncul.
-
Describe
: menggambarkan suatu masalah.
-
Explain
: menjelaskan masalah, sebab- sebab
,masalah.
-
Predict
: memprediksi melalui masalah
sebelumnya.
-
Control
: mengontrol perilaku.
Semoga tulisan hari bermanfaat. selamat malam dan teta
Selasa, 09 April 2013
Colour psychologist
Sebelum masuk ke topik aku mau share sedikit ya buat pengalamanku hari ini. Hari ini aku agak kesal aja, karena sore ini benar-benar mengesalkan, tau ngga sih tadi tuh macetnya ke pasar minggu doang dari UP sampe 2 jam, aku juga ngga tau apa penyebabnya. padahal tadi udah ada feeling naik kereta aja eh malah naik angkot, yah dinikmatin deh tuh,,udah sempat tidur, mainin gadget, tetep aja bosan, mana banyak tugas lagi......
aku cuma mau berbagi buat temen-temen terkadang hati kecil itu perlu didengarkan, jadi ngga hanya id dan egonya aja yang turut bekerja tapi juga superegonya juga. oklah langsung aja ya buat materinya:
kalau ngebahas warna pasti topik yang seru banget, jujur waktun ditampilkan slide materi aku langsung tertarik. kira- kira warna ungu gimana ya??? secara itu kan warna favoritku. he..he jadi curhat.
jadi warna primer itu ada 3 yaitu yaitu merah, kuning dan biru. sedangkan warna sekunder ada 3 juga yaitu hijau, orange, dan ungu. setiap warna punya makna tersendiri:
1. hitam : biasanya memberikan kesan misteri.
2.putih: simbol kesucian dan kebersihan.
3.merah: menggambarkan emosi yang kuat dan kegembiraan
4.biru: simbol kedamaian, relaks,ketenangan dan keamanan. umumnya pria menyukai warna ini.
5.ungu: simbol kemewahan, kekayaan, dan elegan
6. hijau: simbol kekayaan juga dan keberuntungan dan warna yang relaks.
7. kuning: warna yang hangat dan keceriaan,serta kehangatan seperti sinar mentari.
8.orange: gabungan merah dan kuning yaitu warna yang sangat berseri dan dinamis.
9.cokelat: berkaitan dengan hal- hal yang dapat dipercaya, kenyamanan and traditional colour.
Kaitannya dengan psikologis dan kebudayan
1. asosiasi kebudayaan. contohnya di negara amerika, warna hijau diasosiasikan dengan surga.
2.asosiasi politikdan sejarah: warna hijau merupakan warna bendera pakistan dan libya.
3.asosiasi religius
4. asosiasi bahasa
buat pertemuan yang terakhir ini aku hanya ngebahas itu aja. semoga bermanfaat.
aku cuma mau berbagi buat temen-temen terkadang hati kecil itu perlu didengarkan, jadi ngga hanya id dan egonya aja yang turut bekerja tapi juga superegonya juga. oklah langsung aja ya buat materinya:
kalau ngebahas warna pasti topik yang seru banget, jujur waktun ditampilkan slide materi aku langsung tertarik. kira- kira warna ungu gimana ya??? secara itu kan warna favoritku. he..he jadi curhat.
jadi warna primer itu ada 3 yaitu yaitu merah, kuning dan biru. sedangkan warna sekunder ada 3 juga yaitu hijau, orange, dan ungu. setiap warna punya makna tersendiri:
1. hitam : biasanya memberikan kesan misteri.
2.putih: simbol kesucian dan kebersihan.
3.merah: menggambarkan emosi yang kuat dan kegembiraan
4.biru: simbol kedamaian, relaks,ketenangan dan keamanan. umumnya pria menyukai warna ini.
5.ungu: simbol kemewahan, kekayaan, dan elegan
6. hijau: simbol kekayaan juga dan keberuntungan dan warna yang relaks.
7. kuning: warna yang hangat dan keceriaan,serta kehangatan seperti sinar mentari.
8.orange: gabungan merah dan kuning yaitu warna yang sangat berseri dan dinamis.
9.cokelat: berkaitan dengan hal- hal yang dapat dipercaya, kenyamanan and traditional colour.
Kaitannya dengan psikologis dan kebudayan
1. asosiasi kebudayaan. contohnya di negara amerika, warna hijau diasosiasikan dengan surga.
2.asosiasi politikdan sejarah: warna hijau merupakan warna bendera pakistan dan libya.
3.asosiasi religius
4. asosiasi bahasa
buat pertemuan yang terakhir ini aku hanya ngebahas itu aja. semoga bermanfaat.
Senin, 01 April 2013
Quiz and Human Information Processing
Pagi ini tiba-tiba aja mas Seta buat quiz. huh.... tadinya udah ketakutan juga karena ngga ada pemberitahuan tapi.. eh kebetulan open book, ya lumayanlah!!! ups..salah.. ngga ada yang kebetulan di dunia ini! semua memang udah ada waktunya..materi kuisnya sih dari pertanyaan temen-temen dan karena ngga ada lagi yang nanya, yaudah dikasih deh 3 pertanyaan.
1. mengapa persepsi pada setiap individu berbeda padahal sensasinya sama?
aku sih jawabnya karena berbedanya pengalaman pada setiap individu.disamping itu juga ada faktor internal yaitu panca indra sedangkan faktor eksternal yaitu inteligensi dan lingkungan.
2. apakah usia memengaruhi persepsi?
jawabnya ia. karena usia seseorang tentunya memengaruhi pengalaman yang terjadi sebelumnya sehingga dapat dihasilkan persepsi yang berbeda. ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan berbedanya persepsi antara lain perhatian, mental set 'kesiapan menghadapi sesuatu', kebutuhan yaitu antara pria dan wanita, sistem nilai yakni pembagian peran, tipe kepribadian dan gangguan kejiwaan.
3. apa yang dimaksud awareness dan berikan contohnya!
awareness merupakan perhatian
yang berlangsung ketika seseorang mencoba memahami keadaan internal
dirinya. Prosesnya berupa semacam refleksi dimana seseorang secara sadar
memikirkan hal-hal yang ia alami berikut emosi-emosi mengenai
pengalaman tersebut.
contohnya: saya merasa bersalah karena telah menyakiti hati teman saya dengan mengucapkan kata yang tidak sopan.
4. Bagaimana proses lupa?
lupa merupakan suatu keadaan dimana jika informasi yang masuk tidak masuk ke reseptor-reseptor otak dengan baik pada proses penyimpanannya sehingga akan sulit untuk di recall kembali.
Human Information Processing
Proses bagaimana informasi yang masuk dapat diproses dan dapat diulang kembali. terdiri atas 3 tahapan yakni:
- proses merekam (encoding) biasanya disebut juga input yakni segala informasi yang diterima oleh panca indera.
- proses penyimpanan ( storage) merupakan tahapan seberapa lama infoemasi yang telah terkumpul dapat disimpan dalam otak. pada tahapan ini terdiri atas short term memory yaitu ingatan jangka pendek.misalnya ketika kita diberikan serangkaian nomor maka kita cenderung mengingat angka pada bagian akhir atau sekitar 20 detik terakhir. pada bagian ini informasi yang terkumpul hanya sekilas saja dan apabila tidak diulang kembali iinformasi yang didapat bisa saja hilang. ada pula yang namanya long term memory yaitu ingatan jangka panjang yang dapat kita ingat secara mendetail baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. contoh: saya punya pengalaman yang menyenangkan sewaktu saya duduk di bangku SMP kelas XII saya dibelikan laptop untuk pertama kalinya tepat di ulang tahun saya. sampai sekarang saya ingat persis waktu dan tempat itu.
- proses mengulang kembali(recall) yaitu bagaimana informasi yang telah diserap dapat dipanggil kembali.contohnya: ketika ujian kita dapat mengingat kembali materi-materi yang telah diberikan sebelumnya.
sumber: wikipedia, robert solso, diskusi kelas dan pengalaman pribadi.
itu aja deh review buat hari ini, semoga bermanfaat>>>
Langganan:
Postingan (Atom)